Sabtu, 18 Agustus 2012

BUNAKEN DI MASA DATANG... Masihkah ANDALAN ataukah tinggal KENANGAN...???

Ada dua hal yang sangat kontras jika anda mengunjungi Taman Nasional Bunaken...
Mungkin anda akan terperangah, sama seperti ketika saya mengunjungi Pulau Bunaken beberapa waktu yang lalu....
Hal yang pertama adalah keindahan alam bawah laut, yang akan membuat anda merasa seperti melihat surga di dalam air, namun hal kedua akan sangat berbeda ketika anda keluar dari keindahan bawah lautnya, dan mengunjungi daerah pesisir pantai yang terlihat dipenuhi sampah, sangat jauh berbeda dengan yang dibayangkan oleh hampir semua orang.
 Sebenarnya permasalahan sampah di daerah Kawasan Taman Nasional Bunaken bukanlah permasalahan yang baru timbul kemarin.. Hal ini sudah lama menjadi perhatian dari pemerintah, yang bekerja sama dengan penduduk setempat. Hasil percakapan saya dengan misalnya salah seorang perangkat desa di Pulau Bunakan, yang juga diamini oleh beberapa penduduk yang kebetulan sedang berada ditempat yang sama, mengatakan bahwa usaha untuk membersihkan daerah pesisir pantai Bunaken sudah lama dilakukan, namun kebersihan di daerah tersebut hanya akan bertahan selama beberapa minggu, dan kemudian sampah-sampah mulai bermunculan lagi. Ternyata sebagian besar sampah yang ada di pantai Bunaken adalah merupakan kiriman dari daerah Kota Manado dan sekitarnya...
Masyarakat yang masih belum paham betul dengan masalah kebersihan, sering dengan seenaknya membuang sampah di DAS, tanpa menyadari sampah tesebut kemudian hanyut ke laut, dan menyebar ke daerah - daerah yang diandalkan untuk bidang Pariwisata Sulut. Bukan hanya ke Pulau Bunaken saja, tapi juga dampaknya terlihat sampai ke pulau sekitarnya, seperti Pulau Siladen, Mantehage dan Manado Tua...
Sebenarnya cukup memalukan saat saya bertanya pada seorang turis dari Korea tentang pendapatnya mengenai Bunaken. Jawabannya adalah “the undersea is very very very good, but the shore is very very dirty..!”
Woowww,... jawaban yang terlalu jujur tanpa memperhatikan muka saya yang berubah menjadi merah karena malu... Namun, begitulah keadaan sesungguhnya...!
Cerita tersebut hanyalah hal singkat yang sempat saya alami ketika berkunjung ke Pulau Bunaken, mungkin masih ada banyak teman - teman saya yang lain yang juga mendapat jawaban yang sama dari para turis ketika bertanya mengenai Bunaken.

Taman Nasional Bunaken sebagai salah satu aset andalan Sulawesi Utara di bidang pariwisata sudah selayaknya kita jaga bersama. Dimulai dari hal yang kecil, “Buanglah Sampah Pada Tempatnya” slogan lama yang sudah ketinggalan jaman, namun jika kita aplikasikan, bisa mendatangkan keuntungan bagi kita semua, bukan hanya untuk masyarakat Bunaken atau pemerintah saja, namun juga bagi diri kita sendiri. Saya jadi teringat dengan pepatah lama, “kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan, dan esok adalah impian”. Bukannya saya tidak setuju, tapi saya hanya ingin sedikit berimprovisasi dengan menjadikan “kemarin adalah tabungan untuk hari ini, hari ini adalah tabungan untuk hari esok, hari esok adalah saat dimana kita menikmati hasil tabungan tersebut...!” Simple, namun apa yang kita lakukan hari ini akan kita rasakan di kemudian hari.

Akan menjadi seperti apa Taman Nasional Bunaken di waktu yang akan datang, tergantung dari apa yang akan kita lakukan hari ini...
Dari sudut pandang pribadi, menurut saya kuncinya adalah rasa tanggung jawab kita terhadap “tabungan” kita untuk masa yang akan datang...
Akankah Taman Nasional Bunaken tetap menjadi ANDALAN kita, ataukah hanya tinggal kenangan...??
Mari kita jawab bersama....
~Romeo~